LHOKSUKON – Polres Aceh Utara mengerahkan 82 personel di jajarannya untuk tugas pengamanan dengan pagar betis bagi massa yang melakukan unjuk rasa di Perusahaan Pertamina Hulu Energi (PHE) Point A di Kecamatan Nibong, Aceh Utara. Rabu (2/1/2019).

Sebelumnya massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Bersama (KOBAR) itu diperkirakan mencapai 3500 orang dengan 5 poin tuntutan, sesuai dengan pemberitahuan ijin aksi. Para pendemo menuntut PHE melakukan perbaikan jalan dari simpang Cibrek – Langkahan 28 Km, simpang Landeng – A-1 5 Km, simpang Poin – A ke Bukit Indah.

Warga juga menuntut Perusahaan PHE untuk menyalurkan Dana Corporate Lokal Responsibility untuk prioritaskan di seputaran Ring Satu dan Ring Dua. Selain itu, mereka meminta seluruh pendaftaran, pengadaan barang dan jasa, pengambilan dokumen dan seluruh tender, serta rekrutmen tenaga kerja dilaksanakan di Point A PT. PHE Kecamatan Nibong.

Sedangkan dua tuntutan lainnya masing masing masyarakat meminta PT. PHE Lhoksukon untuk menyalurkan Beasiswa Mahasiswa dan menghapus KKN terhadap manajemen PHE.

Menurut para pendemo ada 11 Kecamatan perwakilan warga, diantaranya kecamatan Langkahan, Cot Girek, Pirak Timu, Paya Bakong, Matangkuki, Tanah Luas, Nibong, Syantarila Aron, Meurah Meulia, Samudera, dan Lapang. Namun dilokasi demo hanya terlihat sekitar 30 orang warga yang ikut demo.

Amatan tribratanewsacehutara.com Aksi demo berjalan damai setelah ada tiga perwakilan warga melakukan mediasi dengan manajemen PT. PHE Lhoksukon diantaranya Muntahar ST. M.Azhar, dan M. Fazil.

Dalam mediasi tersebut pihak perusahaan diantaranya berjanji akan melakukan perbaikan jalan dalam tahun ini dan pekerjaan tersebut dalam proses..

Comments

comments

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here