LHOKSUKON – Masyarakat Aceh memiliki tradisi unik dalam menyambut bulan Ramadhan. Namanya meugang atau makmeugang yaitu tradisi membeli daging, memasak, kemudian menyantapnya bersama keluarga. Tradisi unik ini dirayakan secara turun-temurun pada dua atau sehari menjelang masuknya bulan suci.

Pada pagi meugang seperti hari ini, warga berbondong-bondong menyerbu lapak-lapak penjual daging yang khusus pada hari itu tumbuh hampir di sejumlah lokasi. Ruas jalan kerap macet karena warga berkerumum di meja-meja penjual daging. Suasana seperti ini terjadi di seantero Aceh.

Menyikapi hal ini, Polres Aceh Utara dan jajarannya mengerahkan sejumlah personelnya ke sejumlah pasar Tradisional guna memberi rasa aman bagi warga yang berbelanja aneka kebutuhan pokok dalam kemeriahan meugang.

“Sejak kemarin, dihari meugang pertama, Kami dari Satuan Sabhara Polres Aceh Utara telah turun ke Pasar-pasar melakukan Patroli sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan.” Kata Kasat Sabhara Polres Aceh Utara Iptu H.G Tanjung. Minggu (5/5/2019).

Pantauan tribratanewsacehutara. Hal yang sama juga ikut dilakukan personel Polsek Lhoksukon dan Tanah Luas.

“Dari Polsek Tanah Luas ada dua personel yang melaksanakan Patroli di Pasar Meugang, Pasae Terpantau ramai dengan harga jual daging mencapai Rp.170 ribu/kg.” ujar Kapolsek Tanah Luas AKP Nurmansyah.

 

Comments

comments

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here