LHOKSUKON — Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Utara, Senin (29/7) pagi, mengadakan acara sosialisasi tentang fatwa haram game online dan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG).

Kegiatan tersebut digelar di dua lokasi yakni di balai desa Kecamatan Tanah Jambo Aye dan Balai Panglateh Kecamatan Lhoksukon. Di Tanah Jambo Aye, sosialisasi itu dihadiri oleh Tgk Ismail, mewakili MPU Aceh Utara. Sedangkan di Lhoksukon dihadiri oleh Abi Zainuddin.

Selain itu turut hadir para pemuka agama, imam masjid, unsur Muspika masing-masing kecamatan, para pimpinan dayah, para Danramil jajaran Kodim 0103, Kasat Binmas dan seluruh Kapolsek dalam jajaran Polres Aceh Utara serta para ormas dan tokoh masyarakat.

“Sosialisasi itu tentang Fatwa No. 1 Tahun 2016 Tentang Judi Online dan Fatwa No. 3 Tahun 2019 Tentang Game PUBG,” kata Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasubag Humas AKP M Jafaruddin.

Di balai desa Kecamatan Tanah Jambo Aye, Tgk Ismail mewakili MPU Aceh Utara menyampaikan bahwa tujuan dan maksud sosialisasi ini digelar untuk memberitahukan tentang keadaan yang terjadi di masa sekarang yang dilakukan oleh anak-anak pada usia yang masih belajar.

“Fatwa tentang game online PUBG ini harus disosialisasikan sesuai dengan Fatwa MPU Aceh agar anak-anak tahu bahwa game ini sudah diharamkan melalui fatwa MPU Aceh,” kata Tgk Ismail.

Sebagaimana diketahui bahwa, MPU Aceh mengeluarkan fatwa haram game online PUBG Mobile ini lewat sidang paripurna, para ulama Aceh itu membahas secara komprehensif tentang game PUBG yang sangat digandrungi remaja dunia, termasuk di Aceh saat ini.

Comments

comments

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here