Kapolres Aceh Utara Hadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-58

Kapolres Aceh Utara Hadiri Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-58

792 Views

LHOKSUKON- Peringatan Hari Pramuka ke-58 tingkat Kabupaten Aceh Utara dilaksanakan dalam sebuah upacara yang berlangsung di lapangan Bumi Perkemahan (Bumper) Cluster-I Simpang Cibrek, Gampong Cibrek Tunong Kecamatan Syamtalira Aron, Senin, 16 Desember 2019.

Upacara tersebut digelar oleh Pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Aceh Utara, diikuti seluruh peserta dari kalangan penegak, penggalang, dan siaga.

Turut hadir Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin,S.I.K, Komandan Kodim 0103/Aut Letkol Agung Sukoco,SH, perwakilan Danlanal Lhokseumawe, perwakilan dari Korem 011/LW, pejabat jajaran Forkopimda, di antaranya perwakilan anggota DPRK Aceh Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara Abdul Aziz, SH, MM, MH, Kepala OPD dalam Kabupaten Aceh Utara serta pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Selain kegiatan upacara, juga diadakan perkemahan bersama, bakti sosial, membersihkan rumah ibadah, napak tilas sejarah Kerajaan Samudera Pasai, dan pesta siaga.

Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib sebagai Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Aceh Utara selaku inspektur upacara dalam amanatnya membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Komjen (Pol) Drs Budi Waseso, antara lain mengatakan hari Pramuka kali ini mengusung tema “Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI”.

Dikatakan, tema ini hadir di tengah-tengah keprihatinan banyaknya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia. Untuk itu, dalam rangka hari Pramuka agar kiranya Kakak-kakak dan Adik-adik Pramuka dapat memperhatikan beberapa hal.

Pertama, merebaknya korupsi, kolusi dan nepotisme, serta maraknya penyalahgunaan Narkoba merupakan tiga kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak segenap pengurus Kwartir, para pelatih dan pembina, serta semua anggota Pramuka untuk senantiasa menjadi pioneer dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra ordinary crime).” ujarnya.

Kedua, globalisasi selain mempunyai aspek positif, tetapi tidak sedikit menimbulkan dampak negatif. Sepintas lalu dengan globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan. Namun pada sisi lain, hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani, karena murah dan mudahnya bahan pangan dari negara lain masuk ke pasar Indonesia.

Ketiga, kerusakan dan pencemaran lingkungan yang merupakan kelalaian kita semua akan pentingnya memikirkan warisan yang akan diberikan kepada generasi penerus pada masa mendatang. Mencintai alam merupakan wujud dari rasa kasih sayang setiap anggota Pramuka bagi diri sendiri dan bagi generasi penerusnya.

Keempat, kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungannya, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan. Memberikan respons yang tepat terhadap bencana menjadi kewajiban dan tanggung jawab setiap orang, termasuk anggota Pramuka.

Gerakan Pramuka tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana, tetap mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan (first aid).

“Untuk itu, setiap anggota Pramuka diharapkan menjadi ksatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana.” tuturnya.

Comments

comments

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )