Keuchik Meunasah Buloh Kabur, Diduga Gelapkan Dana Rp 300 Juta

Keuchik Meunasah Buloh Kabur, Diduga Gelapkan Dana Rp 300 Juta

749 Views

LHOKSUKON – Keuchik Meunasah Buloh, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara berinisial BD dilaporkan ke polisi diduga menggelapkan sekitar Rp 300 juta Anggaran Pembangunan Belanja Gampong (APBG) 2019. Menyusul merebaknya kabar itu, dia kabur hingga kini belum diketahui keberadaanya.

Tak hanya itu, BD juga tersandung kasus dugaan pemalsuan tanda tangan tuha peut yang saat ini sedang ditangani oleh Polres Aceh Utara.

Seorang warga Meunasah Buloh, Alamsyah dilansir dari Serambi, Senin (10/2) menyebutkan, warga sudah mengetahui dugaan penggelapan dana itu saat pembayaran honor aparat desa. “Saat itu warga curiga, bagaimana keuchik bisa mencairkan dana desa 2019, padahal ia tidak mengadakan musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes),” ujar pria yang akrap disapa Tauke Alam.

Lalu, pihaknya menelusuri persoalan itu ke tingkat kabupaten. Ternyata benar, kata Alamsyah, Desa Buloh mendapatkan APBG Tahun 2019 sekitar Rp 800 juta. “Ketika ditanyakan, keuchik mengaku tidak memasulkan tanda tangan tuha peut. Lalu, warga melaporkan keuchik ke Polres Aceh Utara dalam kasus itu,” ujar Alamsyah.

Disebutkan, terungkapnya sekitar Rp 300 juta dari total APBG 2019 sudah digelapkan keuchik ketika diadakan laporan pertanggungjawaban di meunasah yang dihadiri polisi. Ketika ditanyakan, keuchik tidak mampu menjelaskan sekitar Rp 300 juta. Dana itu rencana akan digunakan untuk pembangunan dua unit rumah duafa Rp 150 juta, dan untuk BUMG Rp 100 juta.

“Setelah jadi tersangka dalam kasus pemalsuan tanda tangan, keuchik sempat ditahan. Kemudian penangguhan penahanan BD ditangguhkan atas permintaan dari forum keuchik, dan kantor camat,” katanya. Setelah ditangguhkan, ternyata keuchik langsung kabur dan sampai sekarang belum diketahui keberadaannya.

Sementara itu, Ketua Tuha Peut Meunasah Buloh, Basri kepada Serambi menyebutkan, dana yang tersisa sekitar Rp 250 juta lebih yang masih ada pada bendahara akan digunakan untuk pembangunan saluran. Sedangkan dana untuk pembangunan rumah duafa dan untuk BUMG sudah dicairkan keuchik, tapi pekerjaan belum dilaksanakan. Basri menyebutkan, pihaknya belum mengetahui keberadaan keuchik. “Semua masyarakat mengetahui tentang informasi ini,” katanya.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kasat Reskrim, AKP Adhitya Pratama menyebutkan, berkas pemalsuan tanda tangan sudah rampung dan dilimpahkan ke jaksa. Akan tetapi, berkas itu dikembalikan lagi. “Tapi sudah dikirimkan kembali berkas perkaranya ke JPU. Setelah dilengkapi petunjuk (P19), sekarang berkas perkara itu dalam tahap pemeriksaan,” ujar Kasat Reskrim.

AKP Adhitya menambahkan, dalam sepekan ini pihaknya juga mendengar selentingan informasi yang belum jelas kebenarannya terkait APBG 2019 di desa itu. Di mana realisasi dana yang belum dilaksanakan oleh Keuchik Buloh yaitu modal BUMG Rp 100 juta, dan Pembangunan dua unit rumah dhuafa sebesar Rp 150 juta. “Untuk kebenaran informasi tersebut, kami akan mengumpulkan keterangan baik dari masyarakat desa atau dari pihak lainnya,” pungkasnya

Comments

comments

CATEGORIES
TAGS
Share This

COMMENTS

Wordpress (0)
Disqus ( )