LHOKSUKON – Sebanyak 25 calon penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara mengundurkan diri atas kesadaran sendiri.
Koordinator PKH untuk wilayah tersebut, Doni Danifan menjelaskan, pengunduran diri 25 orang masyarakat itu atas kesadaran sendiri bahwa mereka sudah mampu dan tidak berhak lagi sebagai penerima dana PKH dari Pemerintah.
“Dengan adanya pemasangan stiker penerima PKH yang sudah sejahtera diharapkan dapat mengundurkan diri secara suka rela dan juga sebagai bentuk transpansi dalam pelaksanaan program di lapangan. Masyarakat luas bisa mengetahui siapa saja selama ini yg sudah mendapatkan program PKH untuk kemudian bisa menjadi data dasar dalam acuan pengambilan kebijakan terutama di tingkat desa,” ujarnya, Sabtu (8/2/2020).
Menurutnya, untuk jumlah total penerima bantuan PKH Se-kecamatan Baktiya saat ini secara keseluruhan berjumlah 3.063 orang. 25 orang lainnya dinyatakan telah mengundurkan diri karena dianggap sudah sejahtera dan tidak layak lagi mendapat bantuan dana PKH pemerintah.
“Kita secara bersama muspika telah melakukan sosialisasi penempelan stiker. Hal ini terjadi berkat kerja sama semua leading sektor dalam menanngulangi kemiskinan, isinnya agar bantuan Pemerintah untuk mengentaskan angka kemiskinan tepat sasaran dan tidak terjadi kecemburuan,” jelas Doni.
Dia juga menambahkan, penempelan stiker secara keseluruhan penerima PKH Baktiya diperkirakan berakhir satu bulan ke depan. Lounching penempelan stiker penerima bantuan PKH ini pula di Kecamatan Baktiya berlangsung pada 7 Februari 2020.
Turut hadir Camat Baktiya Tarmizi, SE, Wakapolsek Baktiya Ipda Fauzan, pihak Koramil setempat, Anggota DPRK Aceh Utara Hendra Supriadi, Kepala Puskesmas Baktiya Ismail hingga Geuchik Gampong Mns Alue Ie Puteh dan warga setempat.







