LHOKSUKON – Suasana hangat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan Tenis Tri Brata Polres Aceh Utara pada Senin, 17 Maret 2025. Keluarga besar Polres Aceh Utara beserta Bhayangkari menggelar acara buka puasa bersama, yang dihadiri oleh personel Polres, Bhayangkari, dan anak-anak yatim dari LPI Dayah Raudhatul Huda, Tanah Luas. Momentum yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1446 H ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ladang amal dan refleksi spiritual di bulan suci Ramadhan.
Acara dimulai dengan penyerahan santunan kepada sejumlah anak yatim. Kehadiran mereka menjadi pengingat nyata akan pentingnya kepedulian sosial dalam masyarakat, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah. Suasana haru dan syukur pun menyelimuti momen tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini merupakan wujud niat dan nazarnya untuk mempererat tali silaturahmi dan membangun kekompakan di lingkungan Polres Aceh Utara. “Ibaratnya sebelum keluar, kita kedalam dulu, kita penuhi kekurangan yang ada, kita rajut kebersamaan itu di dalam Polres Aceh Utara,” ujar AKBP Nanang.
Lebih jauh, Kapolres menekankan bahwa kebersamaan seperti ini memperkuat semangat persaudaraan, soliditas, dan sinergitas, baik dalam menjalankan tugas sebagai aparat kepolisian maupun dalam kehidupan bermasyarakat. “Di tengah padatnya tugas dan tanggung jawab, kebersamaan inilah yang menjadi penguat jiwa, sumber energi positif, serta mempererat hubungan yang harmonis antara anggota, keluarga besar Polres Aceh Utara,” tambahnya.
Kegiatan ini turut diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Junaidi. Dalam ceramahnya, beliau menegaskan makna Ramadhan sebagai bulan pembelajaran. “Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ini adalah bulan belajar — belajar mengendalikan hawa nafsu, belajar bersabar dalam setiap ujian, serta belajar memperbaiki diri dalam aspek ibadah, akhlak, dan interaksi sosial,” ujar Ustadz Junaidi.
Beliau menambahkan bahwa selama sebulan penuh, umat Islam diajak untuk menajamkan kesadaran spiritual dan melatih diri dalam berbagai kebaikan, mulai dari memperbanyak ibadah, mengendalikan amarah, meningkatkan empati terhadap sesama, hingga membiasakan kejujuran dan keikhlasan. “Jika Ramadhan dijalani dengan sungguh-sungguh, maka ia menjadi madrasah yang membentuk pribadi yang lebih baik untuk sebelas bulan setelahnya,” tutupnya.
Acara ditutup dengan pelaksanaan shalat Magrib berjamaah yang berlangsung khidmat, menandai akhir dari rangkaian kegiatan yang sarat makna tersebut.
Buka puasa bersama Polres Aceh Utara & Bhayangkari ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia adalah cerminan nilai gotong-royong, kebersamaan, dan semangat berbagi yang mengakar dalam budaya Aceh serta ajaran Islam. Semoga semangat ini terus terjaga, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga sepanjang tahun.







