LHOKSUKON – Polsek Baktiya, Polres Aceh Utara, bersama komunitas Baktiya Bersaudara kembali melaksanakan kegiatan rutin Jumat Berkah dengan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, Jumat (16/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan personel Polsek Baktiya dan para relawan komunitas Baktiya Bersaudara. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian sosial untuk membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu, khususnya kelompok rentan.
Adapun penerima bantuan kali ini adalah Ainsyah (80), seorang petani lanjut usia yang berdomisili di Gampong Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya, serta Lawiyah (43), seorang petani yang tinggal di Gampong Alue Geudong, Kecamatan Baktiya. Lawiyah diketahui merupakan warga kurang mampu yang mengalami sakit menahun.
Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Baktiya Iptu Fery Suyatna menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri bersama elemen masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pokok penerima serta memberikan semangat kepada masyarakat yang tengah menghadapi keterbatasan ekonomi maupun kondisi kesehatan.
“Kegiatan Jumat Berkah ini bukan hanya tentang memberikan bantuan sembako, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat sedikit meringankan beban penerima, sekaligus menjadi pengingat bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap kondisi mereka,” ujar Iptu Fery Suyatna menyampaikan pesan Kapolres.
Ia juga mengapresiasi para relawan komunitas Baktiya Bersaudara serta masyarakat yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut. Sinergi antara kepolisian, komunitas, dan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat semangat gotong royong dan membantu warga yang membutuhkan.
Melalui kegiatan Jumat Berkah, Polsek Baktiya berharap kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga warga yang mengalami kesulitan tidak merasa sendiri dalam menghadapi kondisi yang mereka alami.







