Home / Berita

Senin, 13 April 2026 - 22:22 WIB

Petani di Aceh Utara Meninggal Dunia Tersambar Petir, Seorang Anak Dirujuk ke RS Cut Meutia

LHOKSUKON – Seorang warga Dusun Kareung, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia akibat tersambar petir saat hujan deras disertai angin kencang pada Senin (13/4/2026) sekitar pukul 14.50 WIB. Selain korban meninggal, seorang anak berusia 9 tahun turut menjadi korban dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Cut Meutia Lhokseumawe untuk mendapatkan perawatan intensif.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Zakaria (51), seorang petani, warga Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan. Sementara korban lainnya, Khalis Multazam bin Nurdin Hasan (9), pelajar, mengalami luka akibat tersambar petir dan sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Langkahan sebelum dirujuk ke RS Cut Meutia.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kapolsek Langkahan Iptu Edi Munandar menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat wilayah Gampong Buket Linteung dilanda hujan deras disertai petir dan angin kencang.

“Petir pertama kali menghantam meteran listrik milik salah satu warga atas nama Rusli bin Syam Budiman yang mengeluarkan suara ledakan. Berselang beberapa menit, saksi atas nama Salmina datang meminta pertolongan karena suaminya telah tersambar petir di dalam rumah,” ujar Iptu Edi Munandar.

Mendengar hal tersebut, Rusli langsung menuju rumah korban Zakaria untuk memberikan pertolongan. Saat tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi terlentang di bagian dapur rumah. Saksi sempat memberikan pertolongan dengan menggosok minyak ke dada korban, namun korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

Tak lama kemudian, saksi lainnya, Majidah, juga meminta pertolongan karena anaknya, Khalis Multazam, turut tersambar petir. Diketahui rumah korban Khalis berada berdekatan dengan rumah korban Zakaria.

Sekitar pukul 16.10 WIB, kedua korban kemudian dibawa ke Puskesmas Langkahan untuk mendapatkan pertolongan medis. Setibanya di puskesmas, Zakaria dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis, sementara Khalis Multazam mendapatkan perawatan intensif.

“Selanjutnya, korban Khalis Multazam dirujuk ke RS Cut Meutia Lhokseumawe untuk penanganan lebih lanjut. Sedangkan jenazah korban Zakaria telah dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan,” jelas Kapolsek Langkahan.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa petir juga menyambar meteran listrik milik saksi Rusli, yang menjadi sumber aliran listrik ke rumah korban Zakaria dan rumah korban Khalis.

Atas kejadian tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan deras disertai petir, terutama dengan menghindari penggunaan peralatan listrik serta mencari tempat yang aman guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Share :

Baca Juga

Berita

Warkop Sekaligus Rumah di Seunuddon Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp130 Juta

Berita

Sat Samapta Polres Aceh Utara Kenalkan Program “Samapta Sahabat Pelajar” di SMA Negeri 1 Lhoksukon

Berita

Banjir Luapan Krueng Peuto Rendam Sejumlah Gampong di Lhoksukon

Berita

Satlantas Polres Aceh Utara Berikan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas di SD Negeri 3 Lhoksukon

Berita

Kotak Rokok Berisi 17 Paket Sabu Seret Seorang Pria dan IRT ke Polres Aceh Utara

Berita

Tiga Pelaku Sabu Dibekuk di Seunuddon, Dua Pria Seret Nama Seorang Wanita

Berita

Polres Aceh Utara Kerahkan Seratusan Personel Amankan Kunjungan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Pusat

Berita

Pembukaan Pendidikan Kader Ulama PKU Angkatan X di Aceh Utara, Siapkan Ulama Muda Berkualitas